Jika Anda mendengar kata “superhero” untuk kategori wanita, umumnya dalam pikiran Anda akan tertuju langsung kepada sosok Wonder Women. Karakter komik DC yang terkenal dari Amerika Serikat.

Tak banyak orang tahu bahwa Indonesia juga memiliki sosok pahlawan wanita super. Walaupun tokoh ini terinspirasi dari Wonder Woman karya William Moulton Marston, tetapi tokok komik karya Raden Ahmad (RA) Kosasih ini sangat berbeda. Karakter tokoh asli Indonesia ini bernama, Sri Asih.

Terlihat dari penampilannya juga terlihat jelas sangat mempresentasikan Indonesia, dengan mengenakan kostum layaknya cerita dalam perwayangan Indonesia. Tokoh Sri Asih yang berbalut kemben, lengkap dengan mahkota dan kain selendangnya ini merupakan karakter utama pada buku komik superhero pertama di Indonesia. Cerita buku komik Sri Asih ini adalah menceritakan seorang perempuan bernama Nani Wijaya yang mempunyai dua kepribadian. Nani merupakan sosok gadis lugu yang bahkan sering dianggap remeh oleh rekan-rekannya. Tetapi, ia akan berubah menjadi Sri Asih yang mempunyai kekuatan super saat ia mengucapkan kata sakti, “Dewi Asih!”.

Sosok Wanita Super Indonesia, Sri Asih Namanya.
Komik Sri Asih

Keunikan kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya memiliki latar lokasi di Indonesia saja, bahkan sampai ke Singapura dan Macau. Pada tahun 1952 buku komik kepahlawanan Sri Asih ini pertama kali dibuat dan mulai diterbitkan oleh Meodie Bandung pada tanggal 1 Januari 1854. Komik ini bahkan sempat diangkat ke layar bioskop hingga menjadi film superhero pertama kali di Indonesia.

Kesuksesan komik ini tak lepas dari sosok yang mempunyai tangan ajaib milik kreatornya. Raden Ahmad (RA) Kosasih, yang dikenal sebagai sosok Bapak Komik Indonesia. Dalam hidupnya, salah satu komikus pertama di Indonesia ini bahkan pernah menulis ratusan cerita bergambar yang temanya didominasi tentang legenda perwayangan. Ketertarikan Kosasih dalam dunia komik sudah terlihat sejak ia kecil. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, lelaki yang pernah bersekolah di Inland School Bogor ini selalu menunggui ibunya kembali dari pasar. Karena, ada komik yang selalu ia nantikan di dalam potongan koran, tempat bungkus sayuran belanjaan sang ibu.

Sosok Wanita Super Indonesia, Sri Asih Namanya
Bapak Komik Indonesia, RA Kosasih

Pria yang lahir di Bogor,4 April 1919 ini memulai kiprahnya sebagai seorang ilustrator pada tahun 1939. Karya-karyanya tidak hanya mengangkat tokoh-tokoh bermuatan lokal saja. Namun juga seolah menyampaikan nilai tradisi yang mengakar dalam masyarakat. Lelaki satu ini sangat mengagumi sosok Gatotkaca ternyata gemar menonton biosko serta pertunjukkan wayang golek. Saat ia melanjutkan pendidikan di Hollandsch Inlands School (HIS) Pasundan, saat itulah ia mulai tertarik pada seni menggambar secara formal.

Semasa hidupnya, ia telah membuat setidaknya 100 komik dengan berbagai genre seperti komik wayang, superhero, folklor, fiksi ilmiah, dan petualang. Sedangkan Sri Asih sendiri merupakan buku serial pertama buatannya yang memang terinspirasi dari sosok superhero luar namun diperkaya dengan bumbu cerita-cerita lokal yang sedang populer kala itu. Sukses dengan komik Sri Asih, Kosasih membuat serial terbaru dengan tokoh utama bernama Siti Graha, yang tidak banyak memiliki perbedaan karakter. Tidak lama kemudian ia kembali lagi memperkenalkan tokoh superhero wanita lainnya dalam serial berjudul Sri Dewi.

Sosok Kosasih yang wafat pada usia 93 tahun seolah telah menjadi seorang legenda dalam jagat komik nusantara. Berkat tangannya, bahkan masyarakat Indonesia menjadi akrab dengan kisah Mahabharata dan Ramayana. Tidak bisa dipungkiri jika Kosasih mempunyai andil yang sangat besar dalam sejarah komik nusantara.

Tangguh dan tak takut apapun, berbalut pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh, juga siap menghadang musuh dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Begitulah kira-kira gambaran sosok superhero wanita yang ada di masyarakat. Mari budayakan kelestarian seni dan budaya Indonesia, mulai dari sekarang.

Post your comments on Facebook