Di zaman serba canggih seperti saat ini dijamin tidak ada seorang pun yang tidak mengenal jenis-jenis sosial media meskipun tidak aktif menggunakannya. Beberapa sosial media digunakan untuk mencari sumber informasi, makanan dan fashion yang tengah hits, atau sekadar mengetahui perkembangan orang-orang di sekitar. Bahkan, ada yang memanfaatkan sosial media sebagai media untuk mengintai atau stalking seseorang yang pernah berada di kehidupannya terdahulu atau mencari tahu keadaan seseorang tanpa harus bertanya secara langsung.

Foto – Ist

Lalu, apakah stalking tersebut baik untuk diteruskan? Ataukah ada dampak khusus yang akan ditimbulkan dari aktivitas stalking yang berlebihan? Untuk lebih jelasnya, ikuti ulasan berikut tentang lima ciri-ciri orang kebablasan stalking sosial media.

  1. Selain mencari informasi terkait perkembangan dunia, keseringan stalking bisa membuat Anda aktif bergosip.

Hati-hati ya bagi kamu yang hobi stalking akun-akun hits, tak jarang diantara mereka yang selalu begitu jadi punya hobi baru dikarenakan selalu punya bahan untuk dibicarakan. Bahkan tak jarang ada yang sampai kebablasan menceritakan aib orang.

  1. Agresif dan gampang marah.

Bagi kamu yang suka stalking akun pasangan, pasti pernah merasakan mood berubah secara tiba-tiba jika ada lawan jenis yang nimbrung di kolom komentar atau mengikuti aktivitas pasangan kamu. Lalu setelahnya kamu akan melakukan “penyerangan” dengan melayangkan berjuta pertanyaan pada pasangan kamu. Nah, hal ini yang akan memperkeruh suasana kamu dan pasangan sehingga tingkat agresif berubah menjadi agresi.

Foto – Ist
  1. Emosi yang meledak-ledak.

Efek sikap agresif yang berkelanjutan dapat membuat tidak mampu mengontrol emosi sehingga semua orang bisa kamu serang meskipun mereka tidak memiliki kesalahan. So, logika tetap sejalan ya dengan perasaan.

  1. Tidak menyadari akan log aktivitas akun sendiri.

Bagi kamu yang selalu mengecek akun seseorang, kadang tanpa disadari menekan tombol “love” atau “like” bahkan sampai tidak sadar akan permintaan pertemanan atau mengikuti yang dilayangkan. So, berhati-hatilah.

Foto – Ist
  1. Membanding-bandingkan kehidupan bisa membuat hidup jauh dari rasa syukur.

Sering stalking bisa membuat kamu tanpa sadar membanding-bandingkan kehidupan kamu dengan orang yang diintai. Perlu diingat bahwa apa yang diposting di sosmed itu tidak semuanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Bahkan banyak diantara mereka yang sering melakukan pencitraan agar dipandang orang.

Nah, bagi kamu yang punya hobi mengintai akun apalagi sosial media seseorang, mulai sekarang berangsur-angsurlah untuk menghentikannya. Karena hal tersebut sangat tidak baik untuk diri sendiri dan tragisnya akan berakhir pada gangguan psikologis.

Post your comments on Facebook