Tahi lalat yang memiliki nama ilmiah melanocytic naevi, merupakan salah satu tanda fisik pada kulit yang kerap dialami sebagian besar orang. Selain sebagai identitas, tahi lalat juga dipercaya bisa menambah tingkat kecantikan paras seseorang. Namun, tahi lalat ternyata patut diwaspadai juga karena tahi lalat yang tumbuh dengan ganas bisa menyebabkan melanoma atau kanker kulit yang dikenal sangat mudah menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut penelitian, ada beberapa perubahan tahi lalat yang perlu diamati seksama sebelum akhirnya membahayakan kesehatan seseorang. Penasaran apa saja gejala tahi lalat yang berbahaya? Simak ulasannya berikut ini.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

  • Tahi lalat berbentuk tidak simetris dan bertambah besar

Perlu diketahui, bahwa tahi lalat bisa saja berubah menjadi melanoma atau kanker kulit ganas. Umumnya, melanoma ini memiliki ukuran lebih dari 6 mm atau seukuran penghapus di ujung pensil. Salah satu gejala tahi lalat berubah menjadi melanoma adalah ukurannya yang bertambah besar dan berbentuk tak simetris atau memiliki pinggiran yang tidak rata. Biasanya, melanoma ditemukan pada dada atau punggung laki-laki maupun wanita. Bahkan, ada juga di wajah para orang tua. Jika seseorang terindikasi mengidap melanoma, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah melanoma tersebut sudah menyebar atau belum. Persebaran melanoma dikatakan berbahaya dan mengancam nyawa, jika telah melalui pembuluh limfe.

  • Terjadi perubahan warna tahi lalat dan bertambah gelap

Warna tahi lalat yang normal adalah hitam pekat. Jika tahi lalat memiliki warna yang tidak merata, seperti campuran dua hingga tiga warna atau lebih, maka patut waspada karena itu adalah salah satu gejala tahi lalat yang berbahaya.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

  • Tahi lalat terasa gatal, nyeri, dan mengalami pendarahan

Tahi lalat normal, biasanya tidak terasa gatal, nyeri, atau bahkan mengalami pendarahan. Namun, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan itu terjadi selain melanoma, yakni pengaruh obat, infeksi, dan alergi. Sama halnya dengan pendarahan pada tahi lalat. Gejala ini bisa menjadi satu tanda bahwa tahi lalat berubah menjadi berbahaya. Pendarahan yang dimaksud bukan berasal dari luka benturan, gesekan, maupun yang disengaja.

Tahi lalat memang suatu bagian dari tubuh yang tidak berbahaya, namun ada baiknya untuk segera berkonsultasi pada dokter jika mengalami gejala-gejala di atas. Dengan begitu, potensi melanoma atau kanker kulit pun bisa diatasi sebelum terlalu parah dan tak bisa disembuhkan.

Post your comments on Facebook