Sebagai seorang ibu, walaupun Anda telah menjaga anak sepenuh hati, kecelakaan tetap saja bisa terjadi. Apalagi dengan keingintahuan anak-anak yang teramat tinggi terhadap keadaan di sekitarnya.

Terjatuh, mata kemasukan benda asing, kulit melepuh akibat benda panas, bisa jadi dialami oleh si Kecil. Walaupun mungkin anak Anda belum pernah mengalaminya, tapi tak ada salahnya jika Anda mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan, jika terjadi hal-hal berikut.

Benjol di kepala

Family | family education
Foto : Ist

Kepala memiliki banyak sekali pembuluh darah yang terkadang bisa pecah, karena terlalu kerasnya benturan, sehingga mengeluarkan banyak darah dan memunculkan benjolan sebesar telur ayam. Meski begitu, Anda tak perlu panik dan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani benjol di kepala anak, beberapa di antaranya adalah meletakkan es yang telah dibungkus handuk atau baju tipis pada benjolan selama dua menit dan lepaskan selama dua menit, selama setengah jam. Jangan pernah mengompres benjolan dengan menyentuhkan kulit dan es secara langsung, karena hal ini bisa merusak kulit anak.

Alihkan perhatian anak dengan mengajaknya bermain atau menyusuinya sambil memerhatikan hal-hal lain yang harus dilakukan selama 24 jam ke depan, apalagi jika anak terbentur di bagian belakang kepalanya. Sediakan salep yang mengandung zat aktif Heparin Sodium untuk menghilangkan memar, seperti Thrombopop Gel untuk mencegah pembekuan darah di bawah kulit atau oleskan di bagian yang benjol, asal tak ada luka terbuka di sana.

Bibir sobek

Family | family education
Foto : Ist

Saat terjatuh kala belajar berjalan atau bahkan berlari-larian ketika bermain, sangat memungkinkan wajah anak mendarat di lantai dan bibir pun sobek akibat terantuk gigi. Walaupun luka ini juga akan mengeluarkan banyak darah, namun perlu Anda ketahui bahwa luka di bibir tak berbahaya dan lebih cepat sembuh ketimbang luka di bagian lain.

Jika hal ini terjadi, berikan es batu langsung di bagian bibir yang terluka. Apabila anak Anda sudah bisa makan es, berikan es loli untuk menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan lukanya. Namun, Anda tetap harus waspada. Jika luka tetap terbuka dan darah tak kunjung berhenti selama 10 menit, segera bawa anak ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Duri atau serpihan kayu menyisip di kulit

Family | family education
Foto : Ist

Jangan pernah sekalipun mengeluarkan duri atau serpihan kayu yang menyisip di kulit anak dengan kuku Anda, karena bisa memicu terjadinya infeksi akibat kuku yang kotor atau tidak steril. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mencuci bagian tersebut dengan air dan sabun, kemudian mengompresnya dengan es agar bagian tersebut menjadi baal. Setelah itu, keluarkan duri atau serpihan kayu yang masuk sepenuhnya dengan jarum atau peniti yang telah disterilkan menggunakan api ataupun alkohol.

Jika ada serpihan yang menyembul di luar kulit, Anda bisa menggunakan pinset yang juga telah disterilkan. Namun, apabila serpihan ini sulit sekali dikeluarkan, rendam bagian tersebut di dalam air sabun yang hangat tiga kali sehari, masing-masing selama 15 menit untuk membantu tubuh mengeluarkan benda asing dengan sendirinya. Anda patut waspada dan segera membawa si Kecil ke dokter jika lukanya memerah atau bengkak. Tapi, ingatlah bahwa Anda tak boleh panik dalam menanganinya agar anak tetap tenang, sehingga mudah ditangani dengan baik.

Kulit melepuh

Family | family education
Foto : Ist

Jangan pernah sekalipun meletakkan odol, mentega, atau es pada bagian kulit yang melepuh dan terbakar, bahkan mengoleskan salep sembarangan tanpa petunjuk dari dokter. Anda hanya perlu merendam bagian yang melepuh atau terbakar di air matang yang dingin dan bersuhu normal. Jika keadaan tak memungkinkan untuk perendaman, Anda bisa mengompres bagian tersebut dengan es terbungkus handuk atau baju tipis, sehingga anak tak merasa kesakitan. Biasanya, rasa sakit akan mulai menghilang dalam waktu 30 menit.

Mata kemasukan benda asing

Family | family education
Foto : Ist

Hal pertama yang bisa Anda lakukan ketika mata anak kemasukan benda asing adalah dengan mencuci tangan, kemudian basahi kapas menggunakan air bersih dan perlahan usap di mata anak agar benda asing tersebut keluar. Tindakan ini hanya berlaku jika benda terlihat di ujung mata anak atau di bawah kelopak mata. Cara lainnya adalah dengan menuangkan sedikit demi sedikit air minum dari botol yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh, tepat ke mata anak sehingga kotoran keluar dengan sendirinya.

Anda tidak boleh berusaha mengeluarkannya dengan tangan apalagi memberi obat tetes tanpa rekomendasi dokter. Tidak disarankan juga menekan mata anak yang terpejam dengan tisu atau sejenisnya, karena bisa menyebabkan pupil mata tergores.

Lakukan semua tindakan di atas dengan bantuan orang lain yang dapat membantu Anda memegangi tubuh dan tangan anak. Jika Anda masih tak berhasil menanganinya dan keadaan pun jadi meresahkan, lebih baik segera bawa anak ke dokter terdekat. Bersikap tenang di dalam segala situasi tentu akan menguntungkan Anda dan anak. Sikap tenang yang Anda kelola dengan baik, bisa membantu untuk berpikir lebih jernih dan melakukan pertolongan pertama dengan benar. Jadi, tak perlu panik ya!

Post your comments on Facebook