Tak ada satu orang pun di dunia ini yang menginginkan perpisahan ataupun perceraian. Setiap orang pasti mendambakan keluarga harmonis yang utuh dan juga bahagia. Namun, tetap ada kondisi tertentu yang membuat perpisahan menjadi jalan terbaik bagi kedua belah pihak.

Tak sedikit wanita yang memilih menjadi single mom pasca berpisah dengan pasangannya. Tugas menjadi orangtua tunggal tentunya tidaklah mudah, karena seorang wanita yang berperan sebagai ibu harus merawat, mendidik, dan membesarkan anaknya seorang diri memiliki beban mental yang jauh lebih besar.

Demi anak-anaknya, seorang wanita harus berperan ganda, menjadi ibu sekaligus menggantikan sosok ayah yang hilang dari hadapan sang buah hati. Apalagi jika mantan suami ternyata melepaskan tanggung jawabnya dengan tidak menafkahi anaknya. Maka, mau tak mau, peran sebagai pencari nafkah pun harus ditanggung pula oleh sang ibu.

Jika Anda adalah seorang single mom, maka seharusnya kondisi tersebut tak lantas menyurutkan semangat untuk tetap bangkit dan membangun keluarga yang bahagia meski tanpa kehadiran suami. Ada begitu banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi orangtua tunggal yang sukses dan bahagia, seperti berikut ini.

Berpikir positif dan jangan pernah berbohong pada anak

Hal paling utama yang perlu Anda lakukan sebagai single mom adalah mengubah pola pikir atau mindset. Hempaskan segala trauma masa lalu dan yakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa melalui semua ini dengan baik. Dengan berpikir positif, segala tantangan di depan mata akan terasa jauh lebih mudah.

Family | family Education
Foto : Ist

Berikutnya adalah jangan pernah berbohong pada anak tentang alasan yang menyebabkan Anda dan pasangan berpisah. Ketika anak sudah mulai besar dan memahami keadaan, beri penjelasan secara perlahan dari hati ke hati mengapa Anda dan ayahnya harus berpisah. Beri penguatan pada anak bahwa Anda sangat mencintainya dan akan selalu ada untuknya apapun yang terjadi. Dengan demikian, anak akan merasa tenang dan jauh dari rasa minder atau iri ketika melihat teman-temannya yang memiliki keluarga utuh.

Cari pekerjaan yang sesuai

Segalanya akan berjalan jauh lebih mudah ketika mantan suami masih menafkahi segala keperluan anak. Hal tersebut tentunya akan meringankan beban Anda, tapi tetap saja Anda perlu kesiapan jika tiba-tiba mantan suami berhenti menafkahi. Segera cari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan Anda. Akan jauh lebih baik lagi jika pekerjaan tersebut memiliki waktu yang fleksibel, sehingga Anda pun bisa tetap fokus merawat anak di rumah. Jika memungkinkan, sisihkan gaji untuk mengamankan tabungan atau investasi jangka panjang, seperti pendidikan anak di masa depan.

Meluangkan waktu bersama anak

Di sela kesibukan Anda, tak ada salahnya untuk meluangkan waktu bersama anak. Lakukan hal-hal menyenangkan yang dapat Anda nikmati bersama, seperti jalan-jalan di taman, menjelajah kuliner, ataupun berenang. Sesekali Anda juga bisa meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput anak di sekolahnya. Quality time seperti ini akan membuat Anda dan anak merasa lebih santai, bahagia, dan menguatkan bonding.

Menjaga penampilan

Melakukan setumpuk pekerjaan sekaligus bukan berarti membuat Anda mengabaikan penampilan. Sisihkan penghasilan Anda untuk membeli baju baru, merawat diri ke salon, atau sekadar membeli produk skincare dan makeup untuk menjaga penampilan agar terlihat menarik. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk perhatian serta penghargaan Anda terhadap diri sendiri.

Beri figur ayah untuk anak

Family | family Education
Foto : Ist

Anda tak perlu mencari pasangan baru untuk memberikan sosok ayah kepada anak jika memang merasa belum siap. Anak tetap bisa mendapatkan figur seorang ayah melalui kakek ataupun pamannya. Sesekali ajaklah anak berkunjung ke rumah kakek atau pamannya dan beri kesempatan kepada mereka untuk menikmati waktu bersama, melakukan hal-hal yang mungkin agak sulit Anda lakukan. Dengan demikian, anak bisa tetap mendapatkan sosok ayah yang dibutuhkannya untuk terus tumbuh dan berkembang.

Post your comments on Facebook