Musik memang tak akan pernah bisa lepas dari kehidupan manusia. Sejak kecil, tiap alunan nada dari beragam lagu telah menjadi salah satu sarana belajar yang menyenangkan. Musik juga memiliki beraneka jenis genre, mulai dari jazz, pop, rock, blues, dan lain sebagainya. Bahkan, setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda pula.

Culture | teknologi
Foto : Ist

Ada banyak faktor yang mempengaruhi selera musik seseorang dan salah satunya adalah lingkungan di mana ia lahir dan tumbuh. Hal inilah yang kemudian disadari oleh Spotify sebagai salah satu penyedia layanan musik streaming digital, video, dan podcast yang memiliki akses ke jutaan lagu di seluruh dunia. Spotify akhirnya mengembangkan teknologi terbarunya yang terbilang cukup brilian, yakni menjalin kerja sama dengan AncestryDNA untuk membuat playlist musik berdasarkan DNA penggunanya.

Namun, di balik itu semua ternyata inovasi terbaru dari Spotify ini menuai banyak pro dan kontra dari berbagai pihak. Hal ini terjadi karena sebagian besar orang berpendapat, bahwa DNA merupakan informasi pribadi yang seharusnya tidak disebarluaskan ke ranah publik. Apalagi, proses DNA terbilang cukup panjang dan harus melewati serangkaian tes di laboratorium. Jadi, sebenarnya seperti apa cara kerja terobosan terbaru dari Spotify ini?

Awalnya, inovasi Spotify ini muncul seiring dengan kian populernya tren pengecekan DNA untuk mengetahui asal usul nenek moyang seseorang. Tren ini cukup digandrungi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Nah, salah satu jasa genealogi yang paling populer di sana adalah AncestryDNA. 

Culture | teknologi
Foto : Ist

Setiap orang yang penasaran dengan asal usul nenek moyangnya, bisa mencoba menggunakan jasa AncestryDNA. Melalui jasa genealogi atau jasa mengetahui garis keturunan dalam hubungan sedarah ini, para pelanggannya bisa mengetahui garis keturunan seseorang dengan lengkap. Biasanya, pihak AncestryDNA akan mengirimkan sejumlah paket berisi panduan dan pelanggan hanya perlu memberikan sample berupa air ludah pada tempat yang telah disediakan. Kemudian, paket tersebut harus dikirim kembali ke AncestryDNA dan hasilnya akan muncul dalam kurun waktu tertentu berdasarkan informasi yang diberikan.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh AncestryDNA akan menunjukkan garis keturunan seseorang berdasarkan negara dan suku bangsa dalam hitungan prosentase. Karena selama ini hasil pemeriksaan DNA hanya bisa dibaca saja, maka kali ini AncestryDNA juga ingin para penggunanya bisa merasakan pengalaman mengenal garis keturunannya melalui musik. Oleh karena itulah, mereka sepakat bekerja sama dengan Spotify untuk mewujudkan harapan tersebut sebagai penyedia layanan musik ternama dunia.

DNA bisa menjadi salah satu referensi mendengarkan musik karena faktanya, selera musik juga dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk keluarga. Danielle Lee selaku Global Head of Partner Solutions dari Spotify menyatakan bahwa, upaya ini merupakan langkah untuk membuat pengguna AncestryDNA bisa memiliki pengalaman menikmati musik berdasarkan budaya asalnya. Misalnya saja, seseorang yang memiliki latar belakang keturunan Spanyol akan mendapat referensi musik rock dari band Los Sirex sedangkan orang yang  memiliki latar belakang keturunan China akan mendapat referensi musik klasik dari Wu Fei.

Culture | teknologi
Foto : Ist

Perlu diketahui, bahwa informasi apapun yang berhubungan dengan DNA dan garis keturunannya, sebenarnya bersifat personal dan tidak selayaknya dibagikan ke dunia maya, termasuk layanan online lainnya. Oleh sebab itu, Spotify tidak secara langsung mengambil data personal penggunanya melalui AncestryDNA, tetapi pengguna tersebut yang menginput datanya sendiri. Pihak AncestryDNA juga menyebutkan bahwa data tersebut tidak disimpan di server manapun, karena mereka mengklaim keamanan data jadi prioritas utama.

Jika Anda tertarik untuk mencoba teknologi terbaru dari Spotify dan AncestryDNA ini, silakan saja kunjungi situsnya melalui laman ancestrymusicaldna.withspotify.com.

Post your comments on Facebook