Banyak studi yang menerangkan bahwa depresi merupakan salah satu penyakit modern yang paling mematikan setelah kanker dan penyakit jantung. Sebagaimana dikutip dari Vebma, profesor Jianfeng Feng dari Departemen Ilmu Komputer di Universitas Warwick menerangkan bahwa, “Lebih dari satu dari sepuluh orang dalam hidup mereka menderita depresi, penyakit yang sangat umum di masyarakat modern dan kita bahkan dapat menemukan sisa-sisa prozac [obat depresi] dalam air keran di London.”

Culture | Opinion
Gambar: Destiny Blue

Sebagai penyakit psikis, depresi dapat diobati dengan beragam terapi, mulai dari yang berhubungan dengan fisik seperti akupunktur dan pijatan hingga yang bersifat sosial seperti focus group discussion. American Art Therapy Association melalui publikasinya (31/05) mengungkapkan bahwa seni sangat berpotensi menyembuhkan depresi dan trauma. Seni dapat dijadikan sebagai media ekspresi penderita depresi.

Alice De Ste Croix, sorang ilustrator kelahiran 1987 asal Inggris, adalah salah satu contoh penderita depresi yang menggunakan seni sebagai media ekspresinya. Karya-karyanya yang penuh imajinasi dan selalu menggunakan karakter perempuan telah menginspirasi seluruh dunia. Alice mendokumentasikan karya-karyanya di platform Deviant Art, di mana ia dikenal dengan nama Destiny Blue. “Menggambar pada awalnya adalah pelarian dari masa-masa sulit, namun pada akhirnya saya memanfaatkannya sebagai media untuk bercerita, setidaknya mengubah permasalahan yang destruktif menjadi sesuatu yang konstruktif,” ungkap Alice dalam profil Deviant Art.

Selain Alice, penulis besar seperti J.K. Rowling pun mengakui seni sangatlah bermanfaat bagi penderita depresi. Novel pertama Harry Potter ia tulis dalam keadaan depresi setelah mengalami perceraian, kemudian menjadi orang tua tunggal. Ketika shooting film pertama Harry Potter dimulai, kru film membawa Rowling ke apartemennya di Edinburgh, tempat ia menulis buku pertama Harry Potter. “Di tempat inilah saya mendapatkan kembali hidup saya. Saya hanya mengambil pulpen, dan menulis, dan terus menulis,” ungkap Rowling.

Culture | Opinion
Foto: Ist

Peneliti dari Albany State University, Christa Taylor, dalam penelitiannya yang dimuat di jurnal Perspectives on Psychological Science mengungkapkan bahwa kreativitas dan depresi sangat berhubungan karena keduanya saling menstimulasi. Penderita depresi cenderung memerhatikan detil sehingga umum ditemukan karya-karya seni holistik dibuat oleh penderita depresi. Selain itu, sama seperti seniman, penderita depresi juga berkontemplasi atas apa yang terjadi, baik pada hidup maupun keadaan sekitar.

Post your comments on Facebook