Tere Liye kembali menerbitkan bukunya setelah beberapa waktu lalu menyatakan pamit dan mundur dari dunia perbukuan tanah air. Pernyataan kembalinya penulis best seller ini diunggah melalui akun Fanpage Facebook-nya Rabu. Seperti yang dilansir oleh detikHOT Rabu (04/04/2018) lalu, Tere Liye menulis, “ baju baru memang terlihat lebih menggoda Rilis 16 April 2018, di toko-toko buku Indonesia. **novel KOMET rilis awal Juni 2018.”

Culture | Books
Foto : Ist

Kali ini Tere Liye, penulis novel ini masih bekerjasama dengan salah satu penerbit besar seperti Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) untuk meluncurkan karya terbarunya. Novel-novelnya berjudul ‘Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’, ‘Hujan’, ‘Kau’, dan ‘Sepucuk Angpau Merah’ dicetak ulang GPU dengan sampul baru yang lebih catchy.

Menurut rencana empat judul novel tersebut dan 28 judul buku lainnya dicetak ulang dan akan diterbitkan pada tanggal 16 April mendatang. Bahkan pihak GPU juga telah mengumumkan melalui akun media sosial mereka. Dionisius Wisnu, selaku Public Relation GPU mengatakan bahwa Tere Liye masih merasa bahwa buku cetak merupakan salah satu wahana yang efektif untuk menyampaikan gerakan literasi hingga ke pelosok Indonesia.

Sampai saat ini, alasan Tere Liye mengaku ‘baliknya’ merilis buku, salah satu alasannya ialah lantaran peraturan pajak untuk penulis yang sudah diubah. Jika sebelumnya, ia sempat mengeluhkan beratnya pajak profesi sebagai penulis dibandingkan dengan pajak profesi dokter atau artis, demikian ia memberikan ilustrasi dan ini menjadi viral di media sosial pada September 2017 lalu. Dia menilai tarif pajak sebesar 15% terlalu tinggi untuk seorang penulis. Bahkan pada saat itu, protes yang dilayangkan Tere Liye ditanggapi langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Culture | Books
Foto : Ist

Maka pada kali ini ketika ada perubahan terhadap peraturan pajak profesi penulis, ia memberikan apresiasi keputusan pemerintah tersebut dengan menerbitkan bukunya awal Juni mendatang.

Setidaknya ada 4 judul buku yang akan dirilis oleh penulis kelahiran Lahat 21 Mei 1979 itu pada bulan Juni, yaitu sebuah novel yang berjudul ‘Komet’, ‘Ceros’, ‘Batozar’ dan ‘Bor-O-Bdur’.

Selama vakum menerbitkan buku, Tere Liye masih aktif menulis di sosial media. Namun naskah-naskahnya diterbitkan di akun page facebook-nya. Tentu saja kembalinya penulis yang memiliki nama Darwis ini membuat terkejut penggemarnya dan menjadi hal yang sangat dinantikan.

Culture|Books
Foto : Ist

Sementara pihak Republika, salah satu penerbit yang juga turut menerbitkan karya-karya Tere Liye mengatakan bahwa, “dunia literasi membutuhkan sosok penulis yang memiliki visi dan penuh energi seperti Tere Liye. Karena Tere Liye kembali menulis buku berbarengan dengan semangat untuk menyemai bibit-bibit penulis baru di tanah air,” demikian pernyataan Arys Hilman, Direktur Republika. Dari 28 judul buku karya Tere Liye, Republika telah menerbitkan 15 novel yang rata-rata menjadi  best seller.

Kembalinya Tere Liye ini erat kaitannya dengan gerakan literasi yang tengah ia jalani dan rencananya akan melakukan roadshow ke sejumlah wilayah di Indonesia. Dijadwalkan ada 8 sekolah dan kampus yang akan disambangi oleh Tere Liye dan dua penerbit besar yang akan mengiringinya yakni Gramedia dan Republika. Sekolah-sekolah dan kampus tersebut menyatakan diri telah bersedia sebagai workshop kepenulisan, dimana Tere Liye merupakan nara sumbernya. Welcome back Tere Liye…

Culture | Books
Foto: Ist

Post your comments on Facebook