“Semua orang pasti pernah mengalami masa gelapnya masing-masing, tapi selalu ada cara untuk melewatinya.” (hal. 52)

Kalimat di atas merupakan salah satu ungkapan yang terdapat pada novel The Lady Escort. Novel karya Kinanti WP yang berasal dari wattpad ini diterbitkan pada bulan Maret 2018 lalu oleh Kubus Media Group.

Culture | Books
Foto : Ist

Kinanti WP tentu memiliki alasan tersendiri dalam memilih tema yang kontroversial tersebut. Menurutnya, “Setiap orang pasti memiliki alasan dalam melakukan sesuatu. Meskipun sulit dipahami dan kadang tidak masuk akal, tapi ya dari situlah konsep awal cerita The Lady Escort.”

Sejak awal Kinanti WP menyadari bahwa karyanya ini akan menjadi kontroversi. Namun selalu ada hal menarik dari setiap kisah yang jarang disadari orang lain. Salah satunya adalah sisi lain kehidupan seorang escort yang tidak selamanya mempunyai latar belakang buruk.

Culture | Books
Foto : Ist

Dalam novel ini penulis berusaha mengungkapkan bahwa kehidupan seseorang yang buruk bisa disebabkan oleh satu kejadian yang mengakibatkan trauma. Sehingga membuat orang tersebut bersikap defensif terhadap orang lain di sekitarnya.

Ketika wawancara dengan tim Wanita.me, Kinanti WP juga mengungkapkan bahwa saat judul The Lady Escort muncul di wattpad, banyak sekali yang memberikan apresiasi positif. Namun, tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif mengenai judul tersebut. Namun ia tidak mempedulikan jika ada orang lain yang berpendapat negatif mengenai karyanya. Baginya, orang yang cerdas tidak akan memberikan label tertentu pada sebuah tulisan yang tidak benar-benar dibacanya.

Culture | Books
Foto : Ist

Escort memang merupakan pekerjaan yang sering menimbulkan opini negatif. Kebanyakan orang akan berpikir buruk lebih dulu saat mendengar kata tersebut. Sisi lain dari cerita inilah yang ingin ditulis oleh Kinanti WP. Meskipun judulnya berkonotasi negatif, penulis tidak akan menuliskan hal yang berbau pornografi di dalamnya.

Kisah Tama dan Jani murni sebuah novel romansa yang sangat menyentuh. Tidak hanya romansa mengenai hubungan sepasang kekasih tetapi juga hubungan antara anak dan orang tua.

Selain menyajikan cerita dengan kehidupan modern, kisah Tama dan Jani ini juga mengangkat budaya Jawa sebagai latar belakang. Dalam kisah ini diceritakan bahwa ibu Tama berasal dari Yogya yang masih menjunjung tinggi nilai budaya kota tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan memasukkan sebuah adegan yang menceritakan berlangsungnya sebuah prosesi adat Jawa, Mitoni atau peringatan tujuh bulanan pada seorang wanita yang sedang hamil.

Selain itu penulis juga berusaha menyampaikan pesan moral, bagaimana seorang anak harus patuh terhadap orang tuanya. Hal ini ditunjukkan saat Tama mengikuti perintah ibunya untuk kembali ke Indonesia, meskipun dia harus kehilangan orang yang dicintainya. Kisah ini pun semakin menyentuh saat Tama berjuang menebus kesalahan masa lalu.

Kisah The Lady Escort tidak hanya menggabungkan kehidupan modern dengan kehidupan yang masih memegang tradisi dengan apik. Namun, kisah menjadi semakin lengkap dengan melukiskan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap masa lalu. Bahasa yang digunakan penulis sangat menarik. Penggunaan bahasa asing pada beberapa dialog sesuai dengan kehidupan Tama dan Jani yang pernah tinggal di luar negeri.

Dengan setting di Jakarta dan Bali, Kinanti WP tidak mengalami kesulitan saat melakukan riset untuk menggarap The Lady Escort. Cerita ini mulai ditulis pada bulan Februari 2017 dan selesai pada bulan Juli pada tahun yang sama. Ke depannya, Kinanti WP berharap bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.

Post your comments on Facebook