Kenaikan Tarif Dasar Listrik yang terjadi belakangan ini memberikan efek pada turut naiknya beberapa kebutuhan pokok. Ditambah lagi dengan momen puasa dan lebaran yang seolah memastikan melonjaknya segala jenis kebutuhan. Sayangnya, kenaikan harga barang kebutuhan harian tidak diikuti dengan naiknya pendapatan, khususnya bagi mereka yang bekerja di sector formal. Untuk itulah menyiasati daftar belanjaan menjadi penting. Berikut beberapa tips yang berhemat saat berbelanja.

Catatan Belanja
Memiliki catatan berisi daftar barang yang akan dibeli selalu efektif untuk berhemat. Dengan memiliki daftar belanja kita menjadi fokus pada barang-barang yang benar-benar dibutuhkan, dan tidak tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Selain itu dengan memiliki daftar barang yang akan dibeli kita juga terhindar dari lupa. Dengan hanya membeli barang sesuai yang dibutuhkan maka nominal belanja yang melonjak tidak akan terjadi lagi.

Memilih Waktu Berbelanja
Memilih waktu tertentu untuk berbelanja juga dapat menekan pengeluaran. Belanja sekali sebulan atau seminggu membuat kita lebih teliti tentang kebutuhan keluarga. Nominal belanja juga menjadi lebih terukur. Selain itu ongkos yang dikeluarkan tentu juga manjadi minim. Dengan berbelanja seminggu atau sebulan sekali kita juga dapat memanfaatkan discount pembelian grosir jika memilih berbelanja di pusat perbelanjaan grosir.
Bersahabat dengan Pasar Tradisional
Berbelanja di Mall atau Pasar Swalayan memang selalu dirasa lebih nyaman, karena didukung oleh penataan toko yang teratur dan alat pendingin yang memastikan kita betah berlama-lama saat berbelanja. Namun, berbelanja di Pasar Tradisional dapat membuat momen belanja kita lebih efektif. Selain karena banyaknya produk yang bisa kita pilih, kemungkinan terjadinya proses tawar-menawar juga sangat besar. Pedagang di Pasar Tradisional juga tidak segan memberikan potongan harga dan bonus jika kita berbelanja dalam jumlah banyak.

Brand Oriented is Big NO
Salah satu penyebab tingginya kebutuhan belanja kita adalah kebiasaan terpaku pada Brand tertentu. Padahal brand tidak melulu menjamin kualitas produk. Banyak brand yang baru dan belum terkenal juga memiliki kualitas yang sama baiknya. Jika produk yang kita beli tidak berkaitan dengan diet tertentu atau kebutuhan khusus yang diterapkan, maka keberadaan produk dengan brand pengganti dapat dimanfaatkan untuk mengurangi nominal uang yang kita keluarkan saat berbelanja.

Sempatkan waktu untuk belanja dan mulailah untuk disiplin dengan bermodal catatan belanja yang telah dibuat. Jika dapat dilakukan dengan disiplin dan memberi efek pada menurunnya uang yang harus dikeluarkan, maka belanja akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak menimbulkan stress. Dengan menerapkan tips-tips di atas semoga tidak akan ada lagi adegan shock saat harus membayar di kasir, dan juga mengurangi tumpukan “barang tidak penting” di rumah yang disebabkan oleh kebiasaan lapar mata saat berbelanja.
Dengan bijak melakukan perencanaan dan disiplin dalam berbelanja, kita dapat menyisihkan uang untuk sesuatu yang lebih penting, seperti menabung atau bersedekah.

Post your comments on Facebook