Sebuah publikasi dari Harvard Business Review yang berjudul The Sponsor Effect: Breaking through the Last Glass Ceiling (2010) mengungkapkan bahwa 19 persen kaum pria yang bekerja di perusahaan besar memiliki sponsor (relasi rekan kerja senior dan atasan) yang membantu mereka menangani pekerjaan-pekerjaannya. Sayangnya, hanya 13 persen kaum wanita yang mendapatkan hal serupa. Kedua angka tersebut tentu tidaklah spesial secara statistik karena persentasenya masih jauh di bawah 50 persen. Namun, angka 13 persen bagi kaum wanita dapat berdampak pelik karena seringkali kaum wanita di level junior mengalami kesulitan untuk mencapai promosi hingga level manajemen senior.

Culture | Opinion
Foto: Ist

Menurut Sally Helgesen dan Marshall Goldsmith, dalam bukunya How Women Rise (2018), kaum wanita di dunia profesional sebenarnya memiliki kelebihan tersendiri karena mereka cenderung mudah berkomunikasi dan membangun relasi sesama rekan kerja hingga level kekeluargaan. Sayangnya, mereka juga cenderung enggan memanfaatkan kelebihan tersebut di dunia kerja demi keuntungan pribadi. Membangun relasi dalam lingkup pekerjaan sangatlah penting karena visibility kemampuan, performa dan kontribusi terhadap kinerja perusahaan bergantung pada hal tersebut. Bisa jadi, karena lingkup relasi anda yang sempit, perusahaan bahkan tidak mengetahui siapa anda.

Sally dan Marshall merekomendasikan beberapa tips bagi karyawan wanita untuk meningkatkan lingkup relasi di lingkungan kerja. Selain itu, tips-tips berikut juga berfungsi untuk meningkatkan visibility anda di perusahaan yang dapat mengundang sponsor untuk peningkatan karir.

Jangan Ragu Meminta dan Menawarkan Bantuan

Cara paling sederhana untuk membangun relasi dan memberi ‘kode’ bahwa anda ingin berkembang adalah dengan meminta bantuan. Identifikasilah pihak-pihak perusahaan yang berwenang mengobservasi anda dan bangunlah komunikasi dengan mereka dalam periode yang teratur. Kemudian kemukakanlah hal sederhana seperti, “Apakah anda tidak keberatan memberi tahu saya apabila ada hal-hal yang perlu saya tingkatkan?” Atau bahkan mintalah pertolongan seperti, “Adakah cara yang lebih efektif dari proses kerja ini?”

Culture | Opinion
Foto: Ist

Hal lain yang dapat dilakukan untuk membangun relasi adalah mengidentifikasi diri sebagai sumber daya potensial bagi perusahaan, yaitu dengan cara menawakan bantuan. Sally dan Marshall mengungkapkan bahwa wanita cenderung hipersensitif dalam hal ini karena takut mengecewakan sesama rekan kerja. Padahal, menawarkan bantuan, terlebih apabila anda berhasil membantu memecahkan suatu masalah, dapat meningkatkan visibility anda sebagai sumber daya perusahaan yang potensial.

Fokus Untuk Terus Belajar, Bukan Mengejar Kesempurnaan

Culture | Opinion
Foto: Ist

Seberapa sering anda melihat meja rekan kerja wanita acak-acakan seperti meja kerjanya para rekan kerja pria? Seringkah? Atau bahkan tidak pernah? Percaya atau tidak, kerapihan meja kerja yang umumnya dimiliki oleh pekerja wanita menunjukkan sifat perfeksionis. Meskipun tidak membahas banyak soal kerapihan meja kerja, menurut Sally dan Marshall perfeksionis merupakan salah satu hal yang menahan kaum wanita untuk berkembang di dunia kerja. Sally dan Marshall berpendapat bahwa kesempurnaan adalah hal ideal yang tidak akan tercapai sebelum mempelajari kesalahan demi kesalahan. Untuk itu, jangan takut mengemban tanggung jawab dan resiko pada setiap tugas yang diberikan dan terus belajar sehingga anda dapat memiliki pendekatan yang seimbang antara perfection dan kemampuan anda untuk menjadi ahli di bidangnya.

Berpikir Secara Strategis

Culture | Opinion
Foto: Ist

Dalam membangun relasi, anda perlu mengidentifikasi ‘sekutu’ yang dibutuhkan. Jangan salah paham, hal ini tidak akan membuat anda menjadi seorang oportunis belaka apabila dilakukan secara strategis. Strateginya adalah kembangkan jaringan anda yang telah terbangun di perusahaan. Alih-alih memiliki jaringan besar dengan lusinan pertemanan, lebih baik mengidentifikasi struktur-struktur penting dalam perusahaan yang tercakup dalam jaringan anda. Tips ini menjadi strategis karena anda dapat membangun relasi dengan struktur-struktur tersebut. Namun, Sally dan Marshall tidak menyarankan untuk membangun relasi dengan pihak-pihak yang pada dasarnya tidak anda sukai atau memiliki hubungan yang buruk dengan anda.

Post your comments on Facebook