Sebagai orang tua, membelikan mainan merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta pada anak. Karena bermain merupakan kegiatan yang paling menyenangkan bagi anak-anak. Setiap anak mempunyai kemampuan dan batasan tertentu dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam hal bermain. Sehingga, orang tua harus peka dalam memilih mainan untuk anaknya. Misalnya jika orang tua memberikan mainan untuk anak usia 3 tahun sedangkan anaknya masih berusia di bawah 1 tahun. Maka anak tidak akan dapat memahami mainan tersebut karena kemampuan yang dimiliki tidak sebanding.

Family | Family Education
Foto : Ist

Begitu juga sebaliknya, ketika anak di usia 3 tahun diberi mainan bayi maka ilmunya tidak akan berkembang dari mainan tersebut. Meskipun anak sudah bisa menggunakannya dengan baik. Kemampuan dan ilmunya tidak akan bertambah karena mainan yang dimilikinya tidak variatif.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan saat memberikan mainan pada anak, antara lain sebagai berikut :

Family | Family Education
Foto : Ist

1. Selain sebagai salah satu alat untuk berinteraksi, mainan juga menjadi alat belajar karena bisa merangsang perkembangan anak. Orang tua perlu memperhatikan kondisi anak lebih dulu sebelum memberikan mainan karena harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Sebaiknya orang tua juga membimbing dan memberikan mainan sesuai dengan usia dan fungsinya pada anak.

2. Orang tua wajib mencari informasi lebih dulu sebelum membeli mainan. Jangan sampai sudah membeli mainan tapi anda tidak tahu cara memainkannya. Anda bisa minta tolong pramuniaga untuk mendemonstrasikan cara penggunaan mainan tersebut.

Family | Family Education
Foto : Ist

3. Anda harus menentukan tujuan membeli mainan tersebut. Sebelum membeli mainan, sebaiknya anda pastikan dulu mainan tersebut apakah bisa merangsang motorik kasar dan halusnya.

4. Pastikan bahan yang digunakan untuk mainan tidak membahayakan bagi kesehatan anak.

5. Mainan yang dibeli harus menarik perhatian dan mengandung unsur belajar. Pilihlah bentuk atau warna yang menumbuhkan minat bagi anak.

6. Jangan mudah percaya dengan penawaran mainan cerdas. Orang tua banyak yang tergiur dengan produk mainan dengan jargon “produk mainan dengan edukasi tinggi”. Tahun 2005, Kaiser Foundation menemukan bahwa klaim tersebut banyak yang bohong. Mainan yang menggunakan gadget akan mematikan kreativitas anak. Sebaiknya orang tua, memberikan mainan yang menggunakan interaksi fisik yang membangun rangsangan dan kreativitas anak ke depannya.

7. Hindari memberikan mainan dalam jumlah banyak. Ketika ditawarkan mainan dengan berbagai macam, anak akan cenderung cepat bosan karena berganti dari satu mainan ke mainan yang lain. Hal ini dikhawatirkan tidak bisa menimbulkan rasa intim atau terhubung antara anak dengan mainannya.

Dampak yang lebih buruk dengan memberikan banyak mainan pada anak adalah saat dewasa nanti, anak akan sulit memahami betapa berharganya barang yang dia miliki. Saat orang tua memberikan mainan pada anak, secara tidak langsung akan membentuk karakter anak. Sehingga diharapkan orang tua bisa lebih bijak dalam memberikan jenis mainan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Post your comments on Facebook