Pernahkah anda merasa canggung dalam hal keuangan ketika bergaul? Menurut Erin Lowry, dalam bukunya Broke Millennial: Stop Scraping by and Get Your Financial Life Together (2017), ketimpangan ekonomi dalam pergaulan sehari-hari merupakan salah satu isu penting bagi generasi milenial. Beberapa studi kasusnya menemukan banyak sekali generasi milenial yang rela merogoh kocek lebih (hingga berhutang) untuk mempertahankan pertemanan sementara tidak sedikit juga lainnya yang memilih untuk berpindah ke kelompok pertemanan yang ‘aman’ secara ekonomi. Kali ini WANITA.me akan mengulas beberapa tips menanggulangi ketimpangan ekonomi dalam pertemanan yang disarikan dari berbagai sumber.

Transparansi Keuangan

Istilah di atas mungkin terdengar formal dan canggih untuk tingkat pertemanan. Padahal, bahasa sederhananya adalah ‘jujur’, ‘apa adanya’ atau bahkan bisa juga dikatakan ‘jangan gengsi’. Dalam bukunya, Erin merekomendasikan kepada generasi milenial untuk jujur daripada mengarang alasan untuk menghindar dari ajakan-ajakan teman yang berongkos tinggi. Selain itu, jangan pula menjauhi teman-teman yang timpang secara ekonomi dalam pergaulan. Sebagai contoh, ungkapkanlah, “Uang saya tidak cukup kalau mau makan di sana. Bagaimana kalau kita ke [rekomendasikan tempat yang sesuai dengan budget anda].”

Culture | Opinion
Foto: Ist

Nicolle Osequeda, seorang terapis yang mendalami isu keuangan dari Lincoln Park Therapy Group di Chicago, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa menolak ajakan-ajakan teman, apalagi sampai berbohong, bukanlah pilihan yang baik. Seorang teman akan lebih menghargai kejujuran. Di sisi yang lain, Nicolle juga menyarankan agar tidak berlebihan dalam menyampaikan kekurangan ataupun kelebihan ekonomi anda. Hal tersebutlah yang justru menyebabkan rasa canggung bahkan jarak dalam pertemanan.

Jangan Merasa Paling Tahu

Culture | Opinion
Foto: Ist

Keuangan merupakan sisi hidup yang paling pribadi dalam lingkup pertemanan. Biasanya masing-masing hanya bisa menilai dari barang-barang yang digunakan sehari-hari, seperti kendaraan, pakaian, sepatu, jam tangan, telepon genggam dan lain-lain. Walaupun demikian, jangan merasa paling tahu mengenai situasi keuangan setiap teman. Sebagai contoh, apabila teman anda menolak ajakan anda untuk hang out di sebuah restoran, maka jangan malah menilai laptop barunya atau sepatu mahalnya atau barang-barang lainnya. Bisa saja teman anda membelinya setelah bersusah-payah menabung atau mungkin ia justru sedang berupaya menyisihkan uangnya untuk keperluan lain.

Pertahankan Tradisi Pertemanan

Culture | Opinion
Foto: Ist

Hindari membicarakan capaian-capaian finansial maupun kekurangannya dalam pergaulan. Misalkan, apabila anda mendapat promosi jabatan, maka berbagilah hal-hal umum mengenai aktivitas sehari-hari yang akan anda lakukan di jabatan yang baru. Dengan kata lain, pertahankanlah tradisi pertemanan dalam konteksnya yang paling mendasar, yaitu melakukan hal-hal menyenangkan bersama-sama. Setidaknya, setiap kelompok pertemanan pasti memiliki aktivitas reguler yang menyenangkan dilakukan bersama-sama. Prinsip utamanya adalah jangan membuat teman bergabung dengan aktivitas anda. Temukanlah aktivitas baru yang dapat dilakukan bersama-sama.

Post your comments on Facebook