Anak adalah kunci masa depan suatu negara. Jika anak dididik dengan baik, memiliki kecerdasan emosional dan otak yang baik maka akan semakin maju negara tersebut. Oleh karena itu orangtua pintar harus memiliki trik khusus agar bisa mendidik anak tanpa mereka merasa digurui dan ditekan.

Kebanyakan anak zaman sekarang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Oleh karena itu orangtua memiliki tugas untuk mengembangkan kemampuan tersebut dengan baik agar berdampak baik bagi anak itu sendiri dan lingkungan. Anak memiliki banyak kejutan dalam setiap tingkah lakunya. Jadi jangan kaget jika tiba-tiba menanyakan sesuatu yang berbau SARA (suku, agama, ras, antargolongan). Namun, gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan cara yang baik dalam berinteraksi dengan teman.

Berikut lima tips orangtua pintar yang bisa dilakukan agar si kecil berinteraksi dengan baik:

  1. Jadikan dia anak yang toleran

Jelaskan pada anak bahwa perbedaan antara dia dan temannya bukan menjadi hal yang membuat mereka tidak bisa berteman. Tidak memprovokasi anak dengan perkataan yang bisa membuatnya merasa paling baik dan benar. Misalkan ketika ada teman yang berkulit hitam, maka jelaskan itu bukan perbedaan yang harus diolok-olok.

Family-family education
Foto: Ist
  1. Jadilah pendengar yang baik untuk anak

Mengajarkan toleransi pada anak itu dimulai dari orangtuanya. Walaupun mereka terkadang memiliki cerita yang tidak masuk akal maka dengarkan apa yang mereka ceritakan. Ketika mau mendengar anak maka anak juga akan menjadi sosok yang mau mendengar pendapat oranglain.

Family-family education
Foto: Ist
  1. Biarkan mereka bermain bersama teman

Anak yang terbiasa berinteraksi dengan teman maka dia akan lebih akrab terhadap perbedaan yang ada. Ajaklah sesekali dia ke taman dan biarkan dia bermain dengan temannya sendiri. Jangan batasi kreastivitasnya, cukup awasi saja.

Family-family education
Foto: Ist
  1. Bangun harga diri anak

Si kecil yang terbiasa memandang dirinya secara positif maka dia juga akan berpikir positif pada temannya. Anak yang bahagia, diperlakukan dengan penuh cinta cenderung akan memperlakukan orang lain juga dengan cara yang demikian. Anak yang nyaman dengan dirinya tak akan ragu bereksplorasi dan menghadapi perbedaan secara sehat.

Family-family education
Foto: Ist
  1. Berikan contoh yang baik

Orangtua adalah panutan pertama untuk anak. Ketika orangtua mengajarkan bahwa perbedaan itu tidak untuk dijauhi atau mengoloknya. Maka, anakpun tak akan melakukan hal yang sama. Apalagi bagi anak kecil guru terdekat adalah orangtuanya, maka tidak heran orang bilang perilaku anak tidak jauh dari orangtuanya.

Family-family education
Foto: Ist

Menanamkan sikap menghargai perbedaan sejak dini bisa membuat anak belajar berinteraksi dan toleransi dengan baik. Jangan pernah memberikan kata-kata yang kasar atau membuatnya berhenti belajar hanya karena dia berbuat kesalahan. Namun, rangkul dengan cinta agar orangtua juga bisa sosok yang penting bagi anaknya.

Post your comments on Facebook