Melepas sang buah hati untuk berpisah dan hidup mandiri adalah salah satu hal terberat yang harus dialami orang tua. Perpisahan tersebut tidak perlu menunggu lama hingga anak menikah. Ada anak yang tinggal bersama kakek-neneknya atau kuliah di luar kota atau bahkan ada yang mendapat beasiswa hingga keluar negeri. Banyak hal akan menjadi pertimbangan, mulai dari tempat tinggal, biaya hidup hingga transportasinya. Satu hal yang sebenarnya sangat penting untuk dipersiapkan adalah kemandirian sang anak.

Family | Family Education
Foto: Ist

Sean Grover, seorang psikoterapis dan kolumnis di media Psychology Today, mendengar keluhan dari beberapa klien mengenai anak mereka yang tidak lagi tinggal serumah. Sebagian besar keluhannya adalah mengenai biaya hidup anak yang membengkak karena sang anak selalu kehabisan uang. Keluhan lainnya adalah mengenai kesehatan anak, baik itu sakit karena telat makan ataupun makan sembarangan. Belum lagi masalah kerapihan dan kebersihan, di mana orang tua sering mengeluh anak-anaknya pulang di akhir pekan hanya untuk membawa pakaian kotor dan pulang dalam keadaan dekil dan kumal.

Kisah-kisah di atas adalah contoh ketidaksiapan anak untuk menghadapi dunia luar seorang diri. Untuk itu, orang tua perlu mempersiapkan anak untuk hidup mandiri sejak dini. Di sisi yang lain, orang tua perlu menanamkan kesadaran sejak dini pula bahwa akan ada masanya bagi anak untuk hidup jauh dari dan tanpa pengawasan orang tua. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk mempersiapkan anak hidup mandiri.

Biasakan Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Bagi anda yang memiliki pembantu rumah tangga, laranglah pembantu anda untuk merapihkan kamar anak. Kamar adalah properti pertama anak untuk kehidupan pribadinya sehingga anak juga harus bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalamnya. Kerapihan dan kebersihan kamar adalah hal utama yang harus diperhatikan. Biasakan anak untuk merapihkan kamar sebelum berangkat sekolah di pagi hari karena tugas rumah pertamanya setelah bangun tidur adalah menjamin kerapihan dan kebersihan kamarnya.

Family | Family Education
Foto: Ist

Di luar kamarnya, libatkan pula anak untuk mengerjakan hal lain, seperti memasak, mencuci piring, membersihkan kolam/akuarium atau kandang apabila memiliki binatang peliharaan, mencuci motor/mobil, mencuci pakaian atau menyapu dan mengepel rumah ketika pembantu libur. Anak tidak perlu melakukan hal-hal tersebut setiap hari akan tetapi jadwalkan pekerjaan rumah secara rutin pada waktu tertentu agar anak terbiasa dengan kerapihan dan kebersihan lingkungan rumah.

Biasakan Menabung dan Perkenalkan Dengan Bank

Salah satu pengetahuan mengenai kemandirian yang diperlukan anak di era modern ini adalah keuangan dan cara mengelolanya. Orang tua seringkali hanya bertindak sebagai ‘kasir’ ketika masih tinggal serumah; jatah anak sekian rupiah per-hari, kalau habis ya sudah, tunggu besok. Padahal disiplin keuangan seperti itu sama sekali tidak mendidik anak soal menabung. Anggarkanlah tabungan pada uang jajan anak dan selalu ingatkan anak untuk menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Biasanya, anak akan lebih bangga apabila dapat membeli barang yang diinginkannya dengan uang tabungan yang dimilikinya dan akan sangat merawat barang tersebut.

Family | Family Education
Foto: Ist

Selanjutnya, perkenalkan dengan bank dengan segala sistemnya (buka rekening, ATM, kartu kredit). Tips utama yang diajukan Sean Grover dalam studinya adalah biarkan anak memiliki rekening sendiri akan tetapi orang tua tetap harus memantau pola penggunaannya melalui internet banking atau buku rekening bersama. Selain itu, jangan berikan kartu kredit kepada anak kecuali dengan batas kredit yang sesuai dengan jatah bulanannya sebagai pengganti rekening/ATM.

Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

Pramuka, Pecinta Alam dan Palang Merah Remaja adalah kegiatan ekstrakurikuler utama di sekolah yang melibatkan kegiatan outdoor. Kegiatan luar rumah seperti berkemah dan naik gunung dapat melatih anak terbiasa hidup di luar rumah tanpa pengawasan orang tua. Independensi dan kepercayaan serta disiplin diri adalah hal-hal yang diuji melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Family | Family Education
Foto: Ist

Kegiatan ekstrakurikuler lain seperti klub bela diri dan klub baca juga cukup bermanfaat untuk membangun kemandirian anak. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah berfungsi meningkatkan social skills anak agar terbiasa berinteraksi dengan dunia luar dalam lingkup disiplin yang tertata (dalam naungan sekolah dan tidak sekedar nongkrong bersama teman).

Post your comments on Facebook