Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, biasanya kita akan disibukkan dengan menghadiri undangan hajatan pernikahan. Sebab mengadakan pesta pernikahan usai momen lebaran sudah menjadi kebiasaan umum masyarakat.
Negeri kita ini sangat kental dengan berbagai adat tradisi. Terlebih mengenai pernikahan. Hampir semua adat menyetujui bahwa pernikahan merupakan peristiwa sakral. Oleh sebab itu harus dipersiapkan dengan sangat istimewa.

Para calon pengantin yang masih memegang kuat adat tradisi daerahnya melakukan beberapa ritual perawatan kecantikan yang akan dijalaninya menjelang pesta pernikahan dilaksanakan. Salah satu ritual perawatan kecantikan yang sudah umum dilakukan calon pengantin wanita yaitu puasa mutih.
Pada awalnya puasa mutih ini adalah ritual penganut kejawen yang erat hubungannya dengan dunia supernatural. Ketika hendak melakukan hajat tertentu, mereka para penganut kejawen tersebut “mutih”. Mutih berarti tidak makan dengan lauk apapun. Hanya mengosumsi nasi putih beserta air putih.
Berangkat dari tradisi mutih tersebut, tradisi mutih diadopsi ke dalam ritual jelang pernikahan sebagai salah satu perawatan kecantikan.

living | wedding
Foto : Ist

Tradisi mutih yang dilakukan oleh calon pengantin bermanfaat sebagai proses detoksifikasi tubuh. Selain itu juga berguna untuk menjaga berat badan, mengurangi garam dalam tubuh dan mengurangi produksi keringat berlebih. Karena dulu pada umumnya acara resepsi pernikahan di gelar dirumah yang belum memiliki pendingin ruangan. Tak sedikit pasangan pengantin bercucuran keringat. Oleh karena itu, diadakanlah mutih bagi calon pengantin, khususnya calon pengantin wanita.

Inti dari mutih bagi calon pengantin wanita, yaitu hanya mengomsumsi makanan bersih. Maksudnya tidak menyantap makanan yang mengandung garam, minyak dan lemak. Makanan yang dianjurkan banyak dikonsumsi yaitu nasi putih beserta sayuran yang direbus atau dikukus. Sedangkan protein yang boleh dikomsumsi seperti putih telur rebus.

living | wedding
Foto : Ist

Tetapi mutih ini memiliki aturan tersendiri. Sebab bila tidak akan berakibat buruk bagi kondisi tubuh sang calon pengantin. Idealnya mutih dilaksanakan 3 hari sampai seminggu jelang acara pernikahan dan berhenti sehari jelang acara. Perbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi, serta istirahat yang cukup. Agar stamina saat bersanding di pelaminan dan menerima para tamu yang datang tetap terjaga baik.

Post your comments on Facebook