Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine atau sering disebut juga dengan Valentine’s Day dirayakan tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Perjalanan Hari Valentine ini dimulai pada abad ke-3, setelah kematian Saint Valentine pada 14 Februari 270. Valentine sendiri diambil dari nama santo atau orang suci dari agama Kristen yang mempunyai kisah cinta tragis.

Gereja Katholik mengakui, ada tiga santo atau orang suci yang bernama Valentine atau Valentinus. Ketiga pria dari masa 200-an Masehi tersebut tewas secara mengenaskan. Salah satu kisah menyebutkan, nmelarang para tentara muda menikah, agar mereka tak lemah di medan pertempuran. Namun larangan itu dilanggar oleh Uskup Valentine, dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Pernikahan rahasia itu diketahui sang penguasa yang membuatnya dieksekusi mati.

Saat berada di penjara, pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi, pria ini membuat surat cinta pada sang kekasih. Isi surat ini ditutup dengan kata, Dari Valentine-mu. Sebuah kisah yang lain menyebutkan seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat berada di penjara, dia mengembalikan penglihatan seorang gadis buta, kemudian jatuh cinta padanya. Valentine dieksekusi pada tanggal 14 Februari.

Kisah berikutnya, Uskup yang saleh dari Terni juga disiksa dan dieksekusi selama pemerintahan Claudius II pada tanggal 14 Februari di tahun yang berbeda. Terlepas dari legenda Santo Valentine, Geoffrey Chaucer, seorang penyair dan penulis buku Inggris, The Cunterbury Tales, menulis sebuah puisi. Chaucer menulis puisi yang berjudul The Parliament of Folws (1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II. Dalam puisi itu Valentine dirayakan pada tanggal 3 Mei. Hari dimana burung memilih pasangannya dalam setahun. Tak lama kemudian, orang-orang merayakan Valentine sebagai Hari Kasih Sayang.

Hari Kasih Sayang selalu identik dengan Cupid-Dewa Cinta Romawi yang digambarkan dengan anak kecil yang nakal, bersayap dan montok. Selain itu, Valentine juga identik dengan bunga, coklat dan kartu. Duke Charles of Orleans adalah pembuat kartu tertua di dunia. Charles ditangkap Inggris pada tahun 1415, dipenjara di Tower of London atau Menara London. Surat cinta berima itu ditujukan pada istrinya, Bonne d’Armagnac yang kini disimpan di British Library, London. Puisi itu hanya terdiri dari 2 baris dengan menggunakan Bahasa Perancis. Sangat disesalkan, sang istri meninggal sebelum Charles kembali ke Perancis pada tahun 1440.

Culture | Opinion
Foto : Ist

Ann C. Colley, ahli Bahasa Inggris dari SUNY-Buffalo State, mengatakan bahwa pemberian kartu baru populer di Inggris pada pertengahan abad ke-19. Budaya ini menyebar hingga Amerika Serikat pada tahun 1840-an. Di Inggris, kartu tidak hanya diberikan pada mereka yang ditaksir tapi juga pada mereka yang tidak disukai.

Culture | Opinion
Foto : Ist

Makanan yang identik dengan Valentine adalah coklat. Biji coklat pertama kali dibawa ke Eropa dari Mexico dan Amerika Tengah. Coklat dianggap sebagai afrodisiak, pembangkit gairah. Pada tahun 1868, Richard Cadbury mengeluarkan coklat Hari Valentine pertama.

Culture | Opinion
Foto : Ist

Seorang profesor dari University of Vermont, Angeline Chiu berpendapat bahwa pada abad ke-5, Cupid versi Yunani, digambarkan sebagai sosok pemuda tinggi, atletis, heroik dan memiliki sayap. Adapun transformasi dari pemuda gagah menjadi bayi lucu berasal dari seni era Renaissance. Maestro Raphael dan para seniman lain melukis bayi kecil montok dimana-mana. Penggambaran cinta secara umum ini bertahan sampai sekarang.

Pada abad ke-18, Chatles II dari Swedia mempunyai ide bahwa bunga melambangkan emosi dan pesan tersirat. Mawar merah dianggap melambangkan gairah cinta, mawar merah muda melambangkan persahabatan, putih untuk kemurnian dan merah putih adalah persatuan. Namun, sebaiknya pemberian bunga lebih fokus pada bunga yang disukai penerimanya.

Post your comments on Facebook