Dalam setiap hubungan percintaan, pertengkaran antar pasangan pasti pernah terjadi. Namun yang terpenting adalah bagaimana menjaga agar pertengkaran tersebut tidak merusak kualitas hubunganmu dengan pasangan. Terlebih jika salah satu di antara kalian memiliki temperamen tinggi dan gampang sekali marah. Nah, jika kamu tidak bisa bersikap tenang, maka situasi ini justru bisa membuat pertengkaran menjadi semakin parah.

 

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui tips jitu untuk menghadapi pasangan yang hobi marah dan gampang emosi. Apa saja ya? Berikut tips yang bisa kamu terapkan agar hubunganmu dengan pasangan bisa kembali harmonis.

1. Tunggu sampai kondisinya tenang

Saat pertengkaran sedang terjadi dan pasangan mulai tersulut emosi, jangan biarkan dirimu ikut terbawa dalam suasana panas tersebut. Berikan waktu dan jeda untuk dia menyampaikan segala amarahnya. Tubuh memiliki sistem metabolisme khusus, termasuk saat mengendalikan emosi yang sedang berkobar.

Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit bagi tubuh agar efek adrenalinnya bisa mereda dan tenang. Inilah waktu yang tepat bagi kamu untuk angkat bicara dan berupaya menenangkan si dia. Tapi jika kamu ikut terbawa emosi dan marah-marah saat adrenalinnya masih tinggi, bukan tidak mungkin hal ini justru akan membuat pasangan jadi makin emosi. Pertengkaran pun tak akan kunjung menemukan solusi.

Hobi marah dan gampang emosi
Foto: Freepik

2. Jangan ikut marah atau tersulut emosi

Jika sejak awal kamu memang sudah memahami bahwa pasanganmu ini punya hobi marah dan gampang emosi saat bertengkar, maka ada baiknya untuk mengalah sesaat. Tidak bijaksana jika kamu malah ikut marah dan menanggapi sikapnya dengan emosi yang sama. Jika kamu menghadapi serangan verbal yang ia lontarkan dengan sikap rileks dan tenang, maka pasanganmu kemungkinan akan malu dengan perilakunya, merenung untuk memperbaikinya, dan akan lebih menghargaimu sebagai pasangannya.

Namun, sebaliknya jika kamu ikut berapi-api dan tidak mampu bersikap tenang, pertengkaran justru akan semakin parah. Bukan tidak mungkin juga kamu akan menjadi pelampiasan emosi pasanganmu yang sedang meletup-letup.

Hobi marah dan gampang emosi
Foto: Freepik

3. Tahu kapan saatnya mencari bantuan

Meskipun ada baiknya kamu untuk bersikap tenang, tapi kamu tetap harus tahu kapan saatnya mencari bantuan. Dalam hal ini, bisa saja bantuan dari sahabat yang kenal dengan kalian berdua ataupun anggota keluarga lain. Jika sikap emosi yang ditunjukkan si dia sudah membuatmu tidak bahagia, kaji ulang situasinya dan pikirkan apakah kamu memerlukan bantuan atau masukan dari orang lain.

Dan jika pasanganmu tak bisa kunjung mengendalikan emosinya, mungkin juga ia memerlukan bantuan dari tenaga profesional seperti psikiater untuk membantunya mengatasi masalah tersebut. Ingat, saat ada banyak kemarahan dalam hubungan kalian, maka semua orang yang berada di sekitarnya pun turut merasakan.

Hobi marah dan gampang emosi
Foto: Freepik

4. Dengarkan keluhan pasangan

Tanpa disadari, emosi seseorang bisa memuncak saat ada penumpukan rasa kecewa dan sakit hati. Misalnya, karena merasa tidak didengar, tidak pernah dianggap serius, disepelekan, atau tidak dihargai. Nah, bisa jadi saat emosi pasanganmu itu sedang merasa kecewa dan diabaikan.

Untuk menghindari kemarahannya, ada baiknya kamu secara aktif mendengarkan dan meyakinkan dia bahwa sebenarnya dia didengar dan dipahami. Jangan lupa juga untuk memahami keresahan hatinya dan dengarkan keluhannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi yang baik dan mempertimbangkan perspektif dari pasangan.

Hobi marah dan gampang emosi
Foto: Freepik

5. Bersabar dan tunjukkan kasih sayang

Biasanya, di bawah amarah seseorang terletak emosi yang lebih dalam dan lebih rentan, seperti kesedihan, ketakutan, atau rasa sakit yang mungkin kurang dapat diakses olehnya. Untuk waktu yang singkat, kemarahan pun dimanfaatkan sebagai perisai pelindung dan membuat pasanganmu merasa kuat, serta mengendalikan segala sesuatunya. Namun, seringkali dalam jangka panjang situasi ini juga menyakitkan bagi mereka. Itulah sebabnya mengapa penting bagi kamu untuk tetap bersabar dan coba mendengarkan setiap keluh kesah dan apa penyebab rasa emosi itu hadir.

Kesabaran juga berfungsi sebagai penangkal kemarahan dalam dirimu sendiri dan juga pasangan. Salah satu wujud dari sikap sabar adalah dengan menunggunya tenang, tidak berbicara, atau melakukan apa pun yang mungkin bisa reaktif atau menyulut emosi pasangan.

Hobi Marah dan Gampang Emosi
Foto: Freepik

6. Hargai dan hindari menyalahkannya

Salah satu penyebab mengapa pasangan gampang emosi saat bertengkar adalah perasaan yang tidak dihargai, termasuk dalam urusan pekerjaan atau rutinitasnya sehari-hari. Cobalah untuk cari tahu apakah ia sedang memiliki masalah di kampus atau kantornya. Ya, mungkin sebagian besar dari kemarahan pasanganmu itu muncul dari rasa kurangnya kontrol dalam kegiatannya sehari-hari.

Rasa bersalah juga bisa memperdalam frustasinya, sehingga pasanganmu akan lebih mudah terpancing emosi dan gampang marah. Jadi, cobalah melihat situasi saat berbicara tentang hal-hal pribadi, perhatikan apakah ia sedang ada masalah di setiap rutinitas wajibnya.

Hobi Marah dan Gampang Emosi
Foto: Freepik

7. Jangan ragu meminta maaf

Jika memang kamu tahu penyebab kemarahan pasanganmu adalah sikap atau ucapanmu sendiri, maka jangan ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Tak ada yang bisa meluluhkan emosi selain ucapan maaf yang tulus dan benar-benar dari hati. Ingat, sampaikan kata maaf dengan tulus dan terutama saat kamu benar-benar merasa bersalah.

Jangan pernah mengelak dari kesalahan dan justru berbalik menyalahkan pasanganmu. Hal ini justru semakin memperparah emosi yang sudah tercipta dan memperburuk kondisi hubungan kalian. Selamat mencoba, ya!

Post your comments on Facebook