Memiliki tubuh ideal tentu menjadi dambaan bagi kebanyakan wanita. Berbagai cara dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan  tubuh ideal. Keinginan untuk memiliki tubuh yang proporsional memang sah-sah saja. Terlebih saat ini tengah marak body shaming yang membunuh rasa percaya diri khususnya bagi wanita. Tak jarang mereka mengikuti berbagai olahraga atau menjalankan program diet sehat hingga  diet extreme.

 

Pada umumnya, diet sehat seperti mengatur porsi makanan dan menentukan waktu mengkonsumsi secara rutin diimbangi dengan olahraga, merupakan salah satu cara mendapatkan tubuh ideal yang sangat dianjurkan. Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol juga sebagian dari diet sehat. Sekitar 64% wanita berusia 19 hingga 22 tahun  memilih diet sehat berdasarkan survey  Google Form, meski membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Sisanya, lebih memilih melakukan diet extreme untuk penurunan berat badan dalam waktu yang singkat.

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

Menurut dr. Grace Judio-Kahl selaku Weight Control Consultant menyatakan, jika diet extreme itu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pernyataan ini ia umumkan pada Conference Eating Disorder Awareness Compaign yang diadakan di Jakarta. Dengan melakukan diet extreme bukan mendapat tubuh idaman, malah menambah buruk kondisi tubuh.

Diet extreme memiliki beberapa efek samping yang buruk untuk kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus dan merujuk pada Anorexia. Apa sih, Anorexia itu? Anorexia Nervosa adalah rasa takut berlebihan terhadap kenaikan berat badan meski hanya setengah kilo gram saja.  Biasanya ditandai dengan penolakan terhadap makanan demi mempertahankan berat  tubuh sehingga terjadilah pencitraan diri yang menyimpang.

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

Anorexia bisa terjadi pada siapa saja termasuk laki-laki. Namun,  biasanya terjadi pada sebagian besar remaja putri. Ada pula beberapa faktor yang dapat memicu sebab Anorexia terjadi antara lain:

1. Lingkungan

Banyak masyarakat apalagi di zaman modern sekarang menilai cantik itu harus kurus. Kamu akan tertekan dengan anggapan ini. Tak jarang temanmu juga mengatakan hal yang sama hingga mendorongmu untuk melakukan diet extreme demi kurus.

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

2. Biologis

Belum ada kepastian tentang jenis gen yang memengaruhi Anorexia. Namun, para ahli menduga Anorexia terjadi karena adanya perubahan gen dalam tubuh.

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

3. Psikologis

Faktor lingkungan di atas ternyata berpengaruh besar pada psikologis seseorang. Mereka biasanya membenci bentuk tubuh sendiri  sehingga  memaksa untuk tampil perfeksionis dengan diet ketat.  Penderita Anorexia beranggapan bahwa kurus saja tidak cukup. Satu lagi, Anorexia juga terjadi karena  ketidakseimbangan kimia otak yang menahan rasa lapar.  

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

Pengidap Anorexia  terlihat seperti tengkorak hidup, kurus kering, tinggal kulit dan tulang. Diet ketat biasanya diawali dengan meminum perasan lemon untuk mendetox tubuh dari racun serta menahan lapar. Lemon dipercaya ampuh menurunkan berat badan dengan cepat. Tetapi jika terus-menerus meminum perasan lemon saat lapar saja hanya menyiksa diri. Diet ketat juga diawali dengan penolakan terhadap porsi makanan baik besar maupun sedikit, bahkan tidak makan sama sekali. Sehingga nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin, dan protein yang dibutuhkan tubuh akan hilang.

Diet extreme juga bisa menyebabkan pengeroposan gigi, kerontokkan rambut dan mengurangi kesuburan. Jika penderita Anorexia tidak ditangani secara serius bisa berujung kematian. Seperti kasus Anorexia terparah selama 16 tahun  yang dialami Kate Chilver hingga meninggal dunia karena kurangnya pasokan darah di rongga usus.

 

Anorexia Nervosa
Foto: Ist

Penanganan Anorexia melalui terapi dokter dan psikolog membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ada baiknya, tentukan dahulu jenis diet sebelum memulai agar tidak salah. Konsultasikan pada dokter agar tetap mendapat pasokan gizi yang tepat. Rasa percaya diri juga harus ditanamkan agar tak terpengaruh body shaming di lingkungan sekitar. Karena rahasia cantik yang sebenarnya cukup dengan senyum dan menularkan aura positif bagi lingkungan sekitar.

Post your comments on Facebook