Depresi atipikal merupakan bagian dari depresi mayor disorder (MDD). Secara garis besarnya, MDD dikenal sebagai depresi tingkat klasik. Gejalanya secara umum yakni membuat kita bad mood terus menerus selama 2 minggu. Mood depresif ini meliputi perasaan sedih, nelangsa, putus asa, kehilangan minat terhadap sesuatu yang sebelumnya disukai. Tidak jarang membuat penderitanya menjadi sulit tidur dan kehilangan berat badan secara signifikan. Bahkan kecenderungan penderita depresi mayor untuk bunuh diri.

Culture|Opinion
Foto : Ist

Sementara depresi atipikal adalah subtipe dari depresi mayor. Gejala-gejala kedua jenis depresi hampir sama. Yang membedakannya ialah orang dengan depresi atipikal bisa mengalami peningkatan mood sebagai respon terhadap kondisi dan kejadian positif. Adapun depresi atipikal ini seringkali dimulai pada usia remaja, dan kaum wanita ternyata sangat rentan diserang depresi atipikal.

Culture|Opinion
Foto : Ist

Menurut The Diagnostic and Statististical Manual of Mental Disorders (DSM) yang diterbitkan oleh American Psycchiatric Assosiation, Anda bisa didiagnosa terkena depresi atipikal jika gejala-gejala berikut ini dialami:

  1. Mood bereaksi secara cepat pada hal positif. Mood bisa saja seketika membaik, begitu mengalami peristiwa positif atau hanya sekadar mendengar kabar baik.
  2. Nafsu makan dan berat badan meningkat, padahal bukan keinginan sendiri untuk menambah berat badan.
  3. Mengalami hipersomnia. Kondisi ini membuat Anda terus merasa mengantuk sepanjang hari, padahal pada malam harinya, cukup tidur.
  4. Mengalami paralisis. Yakni anggota tubuh terasa lemah dan tidak berdaya, terutama bagian tangan dan kaki. Biasanya kondisi seperti ini berlangsung selama satu jam dalam sehari.
  5. Kehidupan sosial menjadi terganggu, karena interaksi yang membuat orang lain kurang nyaman berada di sekitar Anda akibat perubahan mood yang tiba-tiba. Akibatnya terjadi kesulitan menjaga hubungan jangka panjang dengan seseorang.

Melihat gejala-gejala diatas, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi atipikal secara umum, yakni:

  1. Memiliki pengalaman traumatis, seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, kematian orang yang dicintai atau akibat perceraian.
  2. Pernah mempunyai pengalaman buruk dengan penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
  3. Menerima diagnosa dengan penyakit berat dan sulit mendapatkan kesembuhan, seperti kanker, HIV, stroke dan penyakit jantung.
  4. Faktor genetik, dimana sebelumnya ada anggota keluarga yang juga pernah mengalami depresi atipikal.
  5. Ketidakseimbangan hormon di otak yang mengatur suasan hati, seperti serotonin, norepinefrin dan dopamin.

    Culture|Opinion
    Foto : Ist

Selayaknya kita,  terutama kaum wanita, tidak boleh menganggap remeh segala sesuatu yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, termasuk pada depresi atipikal. Karena depresi dapat menjadi lebih buruk jika tidak segera mendapatkan perawatan. Para ahli malah mengatakan bahwa penderita depresi atipikal harus mendapatkan perawatan melalui resep dokter, psikoterapi dengan psikolog, kemudian harus diikuti pula dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik.

Post your comments on Facebook