Zhou Qunfei adalah pendiri perusahaan Lens Technology. Perusahaan tersebut mungkin tidak terlalu dikenal oleh masyarakat awam. Padahal, perusahaan tersebut adalah pemasok utama suku cadang layar sentuh (touchscreen) untuk raksasa industri smartphone Samsung dan Apple. Atas kesuksesannya, kini Zhou tercatat sebagai wanita terkaya di Cina.

Foto: Ist

Zhou lahir pada tahun 1970 di Provinsi Hunan, Cina. Ayahnya seorang veteran perang yang cacat sementara sang ibu meninggal ketika Zhou berumur 5 tahun. Kehidupan keluarga yang diliputi kemiskinan dan duka membuat Zhou menghabiskan sebagian besar masa kecilnya untuk bekerja. Walaupun demikian, Zhou adalah satu-satunya anak di keluarga yang bersekolah, meskipun hanya sampai sekolah menengah. Zhou memilih ikut keluarga pamannya di Shenzhen untuk menjadi pekerja migran dengan harapan dapat bekerja di instansi pemerintah.

Shenzhen dikenal sebagai zona ekonomi khusus sehingga banyak perusahaan dan instansi pendidikan di daerah tersebut. Sambil menunggu pembukaan lowongan, Zhou bekerja untuk beberapa perusahaan di Shenzhen dan mengambil beberapa kursus. Zhou berhasil mendapatkan sertifikat di bidang akuntansi, komputer, kepabeanan bahkan supir kendaraan komersial. Dalam beberapa kesempatan wawancara, Zhou mengungkapkan penyesalannya mengenai tidak sempat mengambil kursus bahasa Inggris.

Pada akhir tahun 1980’an, Zhou bekerja pada perusahaan kecil yang bergerak di bidang suku cadang jam. Etos kerja Zhou yang cukup keras tapi telaten sepertinya dibina di perusahaan ini. Jam kerja yang tidak menentu hingga upah yang terlampau kecil dijalani Zhou selama lima tahun hingga akhirnya perusahaan tersebut bangkrut.

Culture | Entrepreneur
Foto: Ist

Pada tahun 1993, dengan bermodalkan tabungannya yang hanya sekitar $3.000 atau setara Rp. 39,90 juta pada saat itu, Zhou merintis usahanya sendiri. Zhou membuka toko kaca jam. Pada perkembangannya, Zhou melirik bisnis layar kaca telepon genggam. Meskipun Lens Technology baru resmi berdiri pada tahun 2006, akan tetapi pada masa inilah Zhou memulai kerajaan bisnisnya.

Tahun 2001 menjadi titik balik bisnis Zhou. Perusahaan elektronik terbesar di Cina, TCL Corporation, mengontrak Zhou sebagai pemasok layar teleponnya. Pada tahun 2003, Motorola turut melirik bisnis Zhou. Menangani klien sebesar Motorola dengan sumber daya yang masih terbatas membuat Zhou harus bekerja ekstra keras. Zhou mengisahkan bahwa hampir setiap hari dia bekerja selama 18 jam hingga harus menginap di kantor. Kesuksesan Zhou menangani pesanan TCL dan Motorola kemudian membuat Nokia, HTC dan Samsung turut melirik Zhou sebagai penyedia layar teleponnya.

Skala bisnis Zhou yang semakin besar pada akhirnya membuat Zhou meresmikan nama perusahaan yang lebih catchy: Lens Technology. Pada tahun 2007, Apple iPhone memilih Lens Technology untuk memasok layar sentuh. Hingga kini Lens Technology adalah pemasok suku cadang layar sentuh paling dominan di dunia. Apple, Samsung dan Huawei adalah pelanggan setia Lens Technology sampai sekarang.

Culture | Entrepreneur
Foto: Ist

Pada tahun lalu, Forbes mencatat Zhou sebagai wanita dengan kekayaan senilai Rp. 106,5 triliun. Kini, Zhou bertanggungjawab atas sekitar 74.000 karyawan dan 32 pabrik. Beberapa pegawai Zhou berujar mengenai kegesitannya dalam pekerjaan di mana komputer dan mesin produksi dapat dioperasikan oleh Zhou. Lens Technology kini mengembangkan bisnisnya hingga ke sektor penelitian dan pengembangan dan tidak hanya berfokus pada produksi dan manufaktur.

Di luar bisnisnya, Zhou dikenal hobi memanjat tebing dan bermain tenis meja. Pada tahun 2008, Zhou menikah dengan koleganya di pabrik jam yang juga pemegang saham Lens Technology. Kisah sukses Zhou from zero to hero menjadi inspirasi para pekerja migran di Cina. Untuk itu pula, Zhou rajin berbagi tips kewirausahaan di berbagai media. Bagi Zhou, hasrat belajarnya yang tinggi adalah faktor utama yang membawanya kepada kesuksesan dan bukan semata-mata berusaha survive dari kemiskinan.

Post your comments on Facebook